homePROFILETAGBOARDCREDITStumblrtwitterfollow
Korean Culture Day


Foto diatas diambil saat gue dan teman-teman datang ke acara Korean Culture Day (KCD) hari Sabtu, 20 April 2013 di Balairung, Universitas Indonesia, Depok.

Seru banget loh acaranya. Disana kita nonton banyak penampilan cover dance yang keren-keren, salah satunya EXOlite. Dilihat dari namanya juga langsung ketahuan kalau EXOlite itu cover dance EXO. Nonton penampilan EXOlite berasa nonton EXO beneran deh.

Selain itu, yang bikin acara ini tambah keren adalah guest star-nya, S4! S4 baru muncul pukul 18.30-an. Dan gue serta teman-teman udah disana sejak pagi. :|

Keramaian nggak hanya berlangsung di dalam Balairung tapi juga di luar Balairung. Banyak stand K-Pop Merchandise dan Korean food di luar Balairung. Gue sengaja beli barang-barangnya setelah acara selesai karena pasti lebih murah, hehe.

Akhirnya acara selesai pukul 19.00-an. Waktu lagi jalan mau ke mobil teman gue, kita ketemu member EXOlite. Kita pun langsung minta foto bareng.


Jangan liatin muka lelah kita, ya. Maklum udah malem dan kita udah disana dari pagi. :')

Labels: , , ,

POSTED BY Nurul Ainna ON Wednesday, May 15, 2013 @ 3:20 PM
0 comment(s)
Sebuah Senjata
"Ilmu itu seperti senjata. Dia dapat membunuh musuh kita tetapi dapat juga membunuh  diri kita sendiri." -Pak Ghofar
Begitulah kira-kira sepotong ucapan guru Matematika saya saat beliau menceritakan masa-masa kuliahnya.

Ilmu bagaikan sebuah senjata dalam hidup kita yang dapat digunakan di masa sekarang maupun di masa depan. Maksud 'membunuh' disini bukan membunuh dalam arti yang sebenarnya. Dengan ilmu kita dapat menghadapi apapun. Kita dapat mengalahkan musuh kita. Namun ilmu juga dapat merugikan diri kita sendiri apabila tidak digunakan dengan baik.

Ilmu memang penting. Tuntutlah ilmu selagi mampu. Dunia ini bagaikan sebuah medan perang dimana kita dan orang-orang di sekitar kitalah yang sedang menjalani perang tersebut. Kita tidak mungkin dapat bertahan hidup tanpa memiliki senjata. Apabila senjata itu terus diasah, maka semakin besar kemungkinan kita untuk memenangkan peperangan itu. Namun kita juga harus menggunakan senjata itu dengan baik agar tidak melukai diri kita sendiri.

Labels: , , ,

POSTED BY Nurul Ainna ON Friday, April 19, 2013 @ 8:09 PM
0 comment(s)
Kenangan
Sosok itu berada di sudut ruangan, namun pikirannya berada di tempat dan waktu yang berbeda. 

Jika ada alat apapun yang dapat mengulang waktu, ia ingin kembali ke waktu dimana pikirannya sekarang berada. Ia ingin memperbaiki segalanya. Ia ingin mengubah semua pilihan yang telah dipilihnya.

Sayangnya, ia tidak hidup di dunia seperti dunia yang ada di Doraemon. Ia hidup dimana apapun yang telah terjadi tidak dapat diulang kembali. Semua yang telah terjadi hanya tinggal kenangan.

Kenangan. Kenangan yang membuat sosok itu tidak dapat melihat bahwa didepannya banyak sekali peristiwa yang nantinya akan menjadi kenangan yang lebih indah daripada kenangan yang ia miliki sekarang.

Namun seindah apapun kenangan, itu tetap kenangan. Hanya dapat dikenang.

Labels: , ,

POSTED BY Nurul Ainna ON Thursday, April 18, 2013 @ 10:19 PM
0 comment(s)
Menjadi Fashion Stylist Sekaligus Interior Designer
Mau tahu apa yang gue kerjakan saat dilanda kebosanan di hari libur? Main Stylista. Mungkin kalau yang sudah sering main game di facebook pasti tahu game itu. Tapi kalau jarang main game di facebook, yuk kenalan sama Stylista.


Jadi, Stylista adalah salah satu dress up game online di facebook. Bagi orang kayak gue sih suka banget main game dress up gitu. Di Stylista kita bisa shopping di butik-butik terkenal di beberapa kota fashion di dunia, diantaranya New York, Los Angeles, Tokyo, London, dan Paris.


Di Stylista ini kita akan diberi misi. Apabila kita mampu menyelesaikan misi itu, maka Cash dan XP kita bisa bertambah. Kita juga bisa dapat Cash dengan bekerja. Cash dipakai untuk membayar barang-barang yang kita beli dan kita harus mengumpulkan XP sebanyak mungkin agar bisa naik level. Dengan membeli barang-barang, Style point kita dapat bertambah.

Kita nggak hanya bisa shopping di Stylista, tapi kita juga bisa mendesain sendiri ruangan kita. Jadi, nggak cuma baju dan aksesoris aja yang bisa kita beli, kita juga bisa beli wallpaper, lantai, lemari, lampu, tanaman, dan lain-lain serta menempatkannya sesuai keinginan kita.


Jadi, Stylista cocok banget buat kalian yang nantinya mau jadi Fashion Stylist dan buat yang ingin berkecimpung di dunia desain interior. Gue sendiri sih, karena nggak ada kerjaan selama liburan jadi main game ini aja. By the way, hari ini hari terakhir UN SMA yang artinya hari terakhir liburan buat murid kelas X dan XI. Jadi? besok masuk sekolah.

School is tomorrow, everyone. Bye.


Labels: , ,

POSTED BY Nurul Ainna @ 6:28 PM
0 comment(s)
Nyanyian Kehidupan [Resensi Film Les Misérables]


Judul Film : Les Misérables
Sutradara : Tom Hooper
Produser : Tim Bevan, Eric Fellner, Debra  Hayward, Cameron Mackintosh
Pemeran : Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Samantha Barks, Amanda Seyfried, Eddie Redmayne, Helena Bonham Carter, Sacha Baron Cohen
Genre : Drama, Musikal
Studio : Universal Pictures
Tanggal Rilis : 07 Desember 2012
Durasi : 160 Menit


Bebas dari penjara ternyata tidak selalu menyenangkan. Hal itu justru menjadi sebuah awal perjalanan hidup yang panjang dan memilukan.  
Sejarah Perancis, politik, filsafat moral,  antimonarkisme, keadilan, agama, serta cinta romantis dan cinta keluarga tampaknya menjadi tema yang menyatu dalam film Les MisérablesLes Misérables adalah sebuah film drama musikal yang diadaptasi dari novel Perancis berjudul sama karya Victor Hugo. Les Misérables sendiri memiliki arti Orang-Orang yang MalangOrang-Orang Celaka, atau Korban.
Film yang berlatar di Perancis abad ke-19 ini bercerita tentang pembebasan seorang narapidana bernama Jean Valjean (Hugh Jackman) yang dipenjara selama 19 tahun hanya karena mencuri sepotong roti. Pembebasan bersyarat ini merupakan awal Jean Valjean untuk memulai kehidupan yang baru.
***
Film dibuka dengan pemandangan orang-orang termasuk Jean Valjean yang sedang bekerja diatas kapal kerja paksa pada tahun 1815. Kemudian dilanjutkan dengan dibebaskannya Jean Valjean dengan pembebasan bersyarat. Setelah diberi pengampunan dosa dan diberi barang keberuntungan oleh seorang uskup, ia bersumpah untuk menemukan kembali jati dirinya dan memulai kehidupan baru.
Delapan tahun kemudian, Valjean menggunakan identitas baru, mengganti namanya menjadi Monsieur Madeleine, dan hidup sebagai pemilik pabrik yang kaya serta sebagai walikota Montreuil-sur-Mer. Mungkin ini yang membuat para penonton bertanya-tanya. Bagaimana seorang mantan narapidana bisa menjadi seorang walikota hanya dengan bermodalkan barang yang diberikan oleh seorang uskup kepadanya.
Valjean memang sudah bebas dari penjara. Akan tetapi, ia masih harus melarikan diri dari kejaran Inspektur kejam bernama Javert (Russell Crowe) yang telah ditunjuk untuk membawanya ke pengadilan.
Di pabrik miliknya, Valjean memiliki karyawan cantik yang bernama Fantine (Anne Hathaway), seorang single parent yang bekerja di pabrik milik Valjean dan selalu memberikan hasil jerih payahnya kepada pemilik tempat penginapan, yaitu Thenardier (Sacha Baron Cohen) dan istrinya (Helena Bonham Carter). Fantine menitipkan anaknya yang bernama Cosette kepada pasangan Thenardier yang kejam tersebut. Masalah muncul ketika para pekerja lain mengetahui bahwa Fantine memiliki anak diluar nikah. Mereka menuntut agar Fantine dipecat dari pabrik tersebut.
Setelah Fantine diusir dari pabrik, penonton akan melihat kisah tragis dari Fantine yang menjual apapun yang ia punya untuk membiayai anaknya, termasuk menjual rambut, gigi, bahkan tubuhnya. Anne Hathaway mampu menggambarkan kesedihan seorang Fantine dengan sangat baik. Ditambah dengan kemampuan menyanyinya yang mampu membuat penonton terkesima. Siapapun yang melihat Fantine dalam adegan ini pasti akan merasa iba.
Di jalanan, Valjean akhirnya menemukan Fantine yang sudah sekarat tersebut dan membawanya ke rumah sakit. Namun malangnya, nyawa Fantine tidak tertolong. Sebelum Fantine meninggal, Valjean berjanji kepada Fantine untuk menemukan Cosette dan akan membesarkan Cosette seperti anaknya sendiri.
Masalah Jean Valjean semakin rumit ketika ada seseorang yang disangka pengadilan sebagai Jean Valjean si buronan polisi. Akhirnya Valjean pun mengaku bahwa dialah Jean Valjean yang asli. Namun orang-orang tidak percaya kecuali Javert. Menurut Javert, keadilan tetap harus ditegakkan tanpa memandang bulu. Walaupun Valjean telah menjadi orang baik dan dicintai banyak orang, ia tetap harus dihukum. Namun akhirnya Jean Valjean berhasil melarikan diri dari Javert.
Cosette pun ditemukan oleh Valjean. Valjean berniat untuk mengambil Cosette dari pasangan Thenardier. Setelah melihat adegan-adegan yang menyedihkan dan tragis, pertemuan Valjean dengan pasangan Thenardier ini akhirnya memberi sedikit kesan komedi. Sacha Baron Cohen dan Helena Bonham Carter mampu menggambarkan dengan bagus kejahatan dan kecurangan pemilik penginapan yang sering mencuri. Musik yang lucu menambah kesan komedi pada adegan ini.
Akhirnya Valjean mengadopsi Cosette sebagai anaknya. Ia menyadari bahwa bebannya kini bertambah dan ia juga menyadari telah membawa Cosette dalam hidupnya yang penuh bahaya karena Valjean masih dikejar oleh Inspektur Javert. Hal ini membuat mereka terus hidup berpindah-pindah.
Sembilan tahun kemudian, orang-orang Perancis yang sebagian besar bekerja sebagai buruh menjadi semakin putus asa karena sebagian besar hidup dalam kemiskinan, sehingga menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah Perancis. Hal ini membuat para pemuda melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. Salah satu tokoh pemuda yang mempelopori pemberontakan tersebut adalah Marius Pontmercy (Eddie Redmayne).
Sementara itu, Cosette pun tumbuh menjadi gadis yang cantik (Amanda Seyfried) dan kecantikannya ternyata dapat memikat hati Marius. Cinta segitiga antara Cosette, Marius, dan Éponine (Samantha Barks) yang muncul ditengah-tengah pemberontakan kepada pemerintah Perancis tersebut disajikan dengan sangat indah. Adegan saat Éponine menyanyi dibawah rinai hujan pasti dapat membuat para penonton terharu.
Walaupun patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan, Éponine tetap mencintai Marius dengan sepenuh hati. Ketika akhirnya pemberontakan dimulai, Éponine melindungi Marius dari tembakan walau akhirnya Éponine sendiri yang tertembak mati.
Pada saat itu Jean Valjean menemukan surat cinta Marius pada Cosette dan memutuskan menyelamatkan pemuda itu. Ia menyelinap ke barikade. Jean Valjean yang mengetahui bahwa Javert tertangkap, segera membantu Javert melarikan diri. 
Semua pemuda meninggal kecuali Marius yang dilarikan Jean Valjean. Dalam usaha pelariannya itu, Javert menemukan Jean Valjean. Jean Valjean kembali menyatakan akan membantu Marius dulu sebelum ditangkap. Hati Javert goyah. Manusia sebaik Jean Valjean tak layak dihukum. Sebagai penegak hukum ia harus menangkap Jean Valjean. Akhirnya dengan penuh sesal, Javert bunuh diri. 
Marius sangat menyesali kematian semua temannya. Jean Valjean yang menemuinya menceritakan masa lalunya pada Marius dan meminta Marius agar tetap merahasiakan masa lalunya pada Cosette. Ia melarikan diri kembali setelah yakin Cosette bahagia bersama Marius.
***
Bagaimana ending-nya? Cosette dan Marius akhirnya menemukan Jean Valjean yang sedang menanti ajalnya di sebuah biara. Jean Valjean akhirnya bisa meninggal dunia dengan tenang. Arwah Jean Valjean dijemput oleh arwah Fantine dan bertemu dengan arwah-arwah para pemberontak yang tewas, kemudian mereka semua menyanyikan lagu Do You Hear the People Sing? dengan gembira. Adegan tersebut digambarkan dengan sangat baik dan dapat membuat para penonton menitikkan air mata bila mengingat perjuangan-perjuangan para tokoh tersebut. Ditambah lagunya yang sangat menggugah semangat, adegan ini menjadi sangat bagus dijadikan penutup film.
Menonton film ini seperti menonton teater musikal. Hampir 100% dialog dalam film ini dinyanyikan oleh para pemainnya. Untuk penonton yang sudah terbiasa atau suka akan pertunjukan musikal, maka mereka akan fine saja menonton film yang durasinya hampir tiga jam ini. Namun, untuk mereka yang tidak menyukai pertunjukan musikal mungkin akan bosan terlebih dahulu saat menonton film ini.
Musik yang ada di film musikal ini dapat membangkitkan sisi emosional yang kuat. Sutradara Tom Hooper juga memberi tantangan kepada aktor dan aktris untuk bernyanyi live dalam film tersebut. Hal ini menjadi nilai plus tersendiri untuk film Les Misérables. Contohnya  lagu I Dreamed a Dream yang dinyanyikan oleh Anne Hathaway. Anne menyanyikan lagunya dengan sangat baik dan emosi yang kuat sehingga membuat penonton terhanyut oleh nyanyiannya.
Les Misérables pada umumnya menerima ulasan positif dari para kritikus film. Film ini juga mendapatkan standing ovation dari para kritikus dan penonton saat penayangan perdananya. Film ini memenangkan Film Terbaik Golden Globe - Musikal atau Komedi, Aktor Terbaik (Hugh Jackman) dan Aktris Pendukung Terbaik (Anne Hathaway). Selain itu, Les Misérables juga dinominasikan dalam 9 BAFTA Awards, dan delapan nominasi Academy Award.
Les Misérables sangat direkomendasikan untuk remaja atau orang dewasa yang menyukai pertunjukan musikal yang penuh drama atau yang menyukai film-film bertema sejarah. Film ini juga cocok untuk orang-orang yang menghargai pengalaman pahit dalam kehidupan.

Labels: , ,

POSTED BY Nurul Ainna ON Saturday, April 13, 2013 @ 4:32 PM
0 comment(s)
Welcome Spring!

Gue nggak pindah ke negara yang punya empat musim, kok. Gue masih cinta sama Tanah Air. Gue cuma mau post gambar dibawah ini yang gue buat beberapa bulan yang lalu (dimana pada saat itu sebenernya masih musim gugur) di polyvore. Just for iseng-iseng. ;)

Topshop Florence Dress, Christian Louboutin Pumps, ASOS Clutch, Lipsy Bracelet, Forever 21 Hat, Dolce & Gabbana Nail Polish

Labels: ,

POSTED BY Nurul Ainna @ 4:27 PM
0 comment(s)
Domba dan Sekolah
Sebelumnya gue mau minta maaf buat penggemar Shaun The Sheep yang mungkin nyasar ke blog ini. Karena domba dalam postingan ini bukan tentang Shaun The Sheep yang mau sekolah. Bukan. *padahal nggak pernah nonton Shaun The Sheep*

Judulnya emang nggak salah. Postingan ini temanya emang domba dan sekolah. Tapi bukan tentang Shaun The Sheep, okay.

Jadi, beberapa bulan yang lalu, sekitar akhir tahun 2012 atau awal tahun 2013, di depan jendela kamar gue tiba-tiba ada seekor kambing. Iya, kambing. Bukan domba. Ternyata kambing itu adalah kambing punya adik gue. Gue nggak tau apa alesan pastinya adik gue dibeliin kambing itu. Yang gue tau cita-cita adik gue adalah mau jadi dokter hewan.

Karena si kambing belum punya tempat tinggal yang pasti, jadilah depan kamar gue itu tempat tinggal sementara untuk si kambing. Berisik sih. Tapi nggak apa-apa lah. Toh gue juga nggak merasa dirugikan dengan adanya kambing itu di depan kamar gue.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba kambing itu udah nggak ada di depan kamar gue. Awalnya gue kira kambing itu udah dititipin di suatu tempat yang layak (?) tapi ternyata si kambing dipindahkan ke belakang rumah dan disana udah dibangun sebuah kandang untuk si kambing itu. Aku terharu. Sebenernya kandang itu agak nggak layak juga ditempatin di belakang rumah. Gue pun bingung sebenernya gue tinggal di daerah yang masih perkampungan atau udah perkotaan. Dibilang kampung, tapi banyak polusi. Dibilang kota, masih
ada sawah. :| Yang penting kambing itu udah punya tempat tinggal.

Lama-kelamaan, kambing itu nggak sendirian. Papa gue akhirnya beliin adik gue dua ekor domba yang lumayan besar kalau dibandingkan dengan kambing itu. Kambing itu kurus banget, you know. Namun, dua ekor domba itu tidak bertahan lama tinggal di kandang. Ada orang jahat yang mencuri dua domba itu. Mengenaskan? memang iya. Udah ketauan lah kenapa pencurinya nggak ngambil si kambing, yang ternyata diketahui namanya Gadis (kambingnya yang namanya Gadis, bukan pencurinya), aku terharu lagi. Kan udah dibilang si Gadis itu kurus banget, mana mau si pencuri ngambil si Gadis. :| 

Cukup ngegalauin dua domba yang sudah dicuri itu, okay. Beberapa minggu kemudian, papa gue beli domba lagi. Kali ini dombanya domba penghasil susu. Belajar dari masa lalu, kandangnya sekarang direnovasi menjadi tempat tinggal bagi kambing dan domba yang lebih aman. :') gue nggak tau sekarang udah berapa ekor hewan yang menghuni kandang itu. Karena gue baru satu kali kesana. :')

Terus apa hubungannya sama sekolah?

Jadi, waktu lagi makan siang, papa bilang "Domba di belakang itu domba penghasil susu, lho. Siapa tau nanti susunya bisa dimanfaatin buat bikin kosmetik dan lain-lain.". 

Tiba-tiba sesuatu terlintas dipikiran gue. Gue mau rajin belajar. Nggak nyambung? nyambung kok. Dengan rajin belajar dan sekolah bener-bener, pengetahuan gue akan nambah. Gue akan fokus di biologi dan kimia, karena gue emang suka dua pelajaran itu. Dan pengaplikasian dua mata pelajaran itu kedalam dunia nyata bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan sebuah keuntungan. Salah satunya dengan susu domba itu. Gue akan cari tau gimana cara membuat sesuatu yang berkualitas dengan susu domba sebagai bahan dasarnya, misalnya yang disebutin papa gue tadi, kosmetik.

Siapa tau keluarga gue nantinya bisa jadi pengusaha sukses hanya dengan bermodalkan susu domba?
Dan jangan lupa doain dombanya supaya panjang umur.

Labels: ,

POSTED BY Nurul Ainna @ 3:10 PM
0 comment(s)
back | all rights reserved desiree 2012 | forth